Kemlu Gelar Pelatihan untuk Identifikasi Korban Perdagangan Orang

Saturday, 28 May 2016
Kemlu Gelar Pelatihan untuk Identifikasi Korban Perdagangan Orang
para peserta berfoto bersama denga Irjen Kemlu, Plt. Direktur PWNI dan BHI, dan para narasumber


Tingginya angka migrasi WNI ke luar negeri yang cenderung berbanding lurus dengan jumlah kasus yang dilaporkan dan ditangani oleh Perwakilan RI di luar negeri membuat Kementerian Luar Negeri terus berupaya meningkatkan strategi perlindungan WNI di luar negeri. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensi pejabat dan staf Perwakilan RI di luar negeri. Peningkatan kapasitas dan kompetensi terutama diperlukan karena peran Perwakilan RI sebagai first responder pada banyak kasus WNI di luar negeri. Kondisi ini membuat pengetahuan mengenai penanganan kasus WNI menjadi krusial untuk dimiliki oleh pejabat dan staf Perwakilan RI.

Mencermati tren kasus perdagangan orang yang semakin meningkat, Kementerian Luar Negeri mengambil peran aktif dengan melakukan Pelatihan Identifikasi dan Penanganan WNI Terindikasi Korban Perdagangan Orang di Luar Negeri. Pelatihan dilaksanakan pada 22-25 Mei 2016 di Nusa Tenggara Barat. Peserta pelatihan terdiri dari 39 orang dari 22 Perwakilan RI di luar negeri, 3 orang LSM Indonesia di Arab Saudi dan Malaysia, 5 orang dari LSM di dalam negeri, serta 4 orang dari unit kerja di Kementerian dan Lembaga di Indonesia.

Pelatihan didukung oleh para narasumber ahli dari Kementerian Sosial, Bareskrim Polri, Kejaksaaan Agung, ILO Indonesia, dan IOM Indonesia. Dukungan tersebut selain menggambarkan koordinasi yang baik antara institusi yang menjadi bagian dari national referral mechanism, juga menjadikan pelatihan terfokus pada teknik identifikasi, wawancara, serta prosekusi korban dengan merujuk pada pengalaman para peserta dalam menangani kasus-kasus perdagangan orang.      

Kementerian Luar Negeri secara berkelanjutan akan senantiasa meningkatkan kualitas perlindungan WNI di luar negeri bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan baik pada tingkat daerah, nasional, regional, maupun internasional, baik pada aspek prevention, early detection maupun immediate response. Diharapkan kegiatan pelatihan tersebut dapat semakin tingkatkan kapasitas dan kemampuan setiap pejabat dan staf Perwakilan RI di luar negeri sehingga dapat memenuhi harapan dan tuntutan publik secara maksimal.



Tags : 2016, pelatihan, perdagangan orang

Komentar

Nama
Email
Komentar (Maximum characters: 140)
You have characters left.
Keamanan *

ketikkan kode di atas :


User Login
Daftar
Cek Perkembangan Kasus
Media Sosial

Direktorat Perlindungan WNI dan BHI

Jl. Pejambon No.6. Jakarta Pusat, 10110. Indonesia

No. Telp (+62 21) 381 31 86

Fax (+62 21) 381 31 52